Nasional

HM Suharto Bapak Pembangunan Indonesia

Published by redaksi sorot nasional on 09/02/20 | 23.41

 
Bapak Pembangunan Indonesia Jendral Besar TNI (Purnawirawan) Soeharto
Jakarta, sorotnasional.com - Indonesia sudah merdeka 74 tahun (dihitung sampai tahun 2019), tentu dalam perjalanan sebuah negara banyak peristiwa atau sejarah panjang yang menyertainya khususnya dibidang pembangunan. Dalam masa pemerintahan orde lama (Pemerintahan Presiden Sukarno) pembangunan nasional secara umum tidak bisa fokus dikarenakan negara baru merdeka dan banyak lagi pemberontakan pemberontakan dan masalah masalah internal politik Bangsa Indonesia. Walaupun demikian karya karya fenomenal lahir pada Era Presiden Sukarno seperti Pembangunan Stadion Senayan (Gelora Bung Karno), Masjid Besar Istiqlal Jakarta dan Monumen Nasional (Monas).

Dalam pemerintahan presiden kedua yaitu HM Suharto pembangunan nasional lebih terarah dengan program REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun). “ Pembangunan dengan berdasarkan GBHN (Garis Garis Besar Haluan Negra) dan REPELITA merupakan kunci utama keberhasilan pembanguan di Era Presiden Suharto, “ Jelas Sugeng Anto salah satu Loyalis Bapak Pembangunan (HM. Suharto).

Sugeng menjelaskan banyak sekali keberhasilan keberhasilan pembangunan di Era Pemerintahan Presiden Suharto, khususnya sektor pertanian dan pendidikan. Dibidang pertanian dengan berhasilnya Pemerintah Indonesia menjadi surplus beras dengan Program Swasembada Pangan dan kesuksesan ini mendapatkan penghargaan dari FAO (Organisai Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985.

Prestasi Presiden Suharto dalam pembangunan pengembangan pendidikan terlihat dari kondisi partisipasi anak usia 6 sampai dengan 12 tahun yang menikmati pendidikan mencapai 97 persen. Bentuk lembaga pendidikan dasar tersebut bukan hanya SD Negeri atau swasta saja, melainkan melalui lembaga atau organisasi keagamaan dan kebudayaan seperti Madrasah Ibtidaiah, Taman Siswa dan pesantren anak anak. Prestasi dibidang pendidikan tersebut diapresiasi UNESCO dengan memberikan penghargaan Avicenna Medals (Medali Ibnu Sena) pada tanggal 19 Juni 1993 kepada Presiden Suharto sebagai Tokoh Pendidikan Internasional.

Selanjutnya Sugeng menerangkan apresiasi keberhasilan Pembangunan Nasional secara konstitusi diberikan oleh lembaga tertinggi negara yaitu MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) melalui TAP MPR RI No.V Tahun 1983 dengan mengukuhkan Presiden Suharto menjadi Bapak Pembangunan Indonesia, salah satu ketetapan MPR itu berbunyi : “ Bahwa rakyat Indonesia setelah menyaksikan, merasakan, dan menikmati hasil hasil pembangunan, secara tulus ikhlas telah menyampaikan keinginannya untuk memberi penghargaan kepada Jendral TNI (Purnawirawan) Soeharto Presiden Republik Indonesia sebagai Bapak Pembangunan Indonesia “. (AS)

Berita Terkait

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

 
Copyright © 2013 - . Portal Media Online Sorot Nasional - All Rights Reserved