Nasional

Sadap Percakapan Novanto, Fahri Hamzah Curiga Bos Freeport Indonesia Intel Amerika

Published by sorotnasional on 02/12/15 | 12.46

Fahri Hamzah
SOROTNASIONAL.com - Penyadapan percakapan yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha Reza Chalid yang diduga dilakukan oleh Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamoddin menimbulkan spekulasi publik. Mungkinkah Maroef memanfaatkan kemampuannya untuk menyadap, mengingat dirinya merupakan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)?

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah pun yang getol membela Novanto dalam kasus 'Papa Minta Saham' itu meminta Maroef mengaku, kepada siapa dia sebenarnya bekerja, untuk Indonesia, Amerika Serikat atau malahan agen ganda.

"Operasi intelijen itu tidak boleh disiarkan, ya mudah-mudahan dapat pengakuan dari Maroef, dia intel Indonesia atau intel AS? kan AS rekrut intel dari seluruh dunia tuh, kita enggak tahulah, jangan-jangan double agent, mudah-mudahan ngaku," sindir Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11).

Meskipun Maroef benar-benar intelijen dari Indonesia, kata Fahri, namun dia tetap tak dibenarkan untuk membocorkan hasil sadapannya ke pihak luar. Presiden Joko Widodo adalah satu-satunya user yang berhak untuk menentukan sikap atas hasil sadapan tersebut. "Bisa juga Presiden katakan dia mau dengarkan ke orang lain, itu masih oke, tapi kalau jadi alat bukti itu sudah tidak boleh," jelas Fahri.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebutkan, ada dua pihak yang berhak menyadap di Indonesia. Pertama BIN untuk kepentingan Jokowi sebagai satu-satunya user. Pihak kedua adalah aparat penegak hukum, itu pun seizin dari pengadilan. Hal ini berlaku bagi lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kalau semua boleh disadap semua omongan pejabat negara dianggap tindak pidana, lalu di mana kebebasan sipil?," tukasnya. (ab)

Berita Terkait

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

 
Copyright © 2013 - . Portal Media Online Sorot Nasional - All Rights Reserved