Nasional

MKD Dituding Sekongkol dengan BIN Terkait Kasus Novanto

Published by sorotnasional on 30/11/15 | 12.26

Fadli Zon
SOROTNASIONAL.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memanggil ahli bahasa hukum, Yayah Basariah untuk menelaah Pasal 126 mengenai pelaporan terhadap anggota DPR. Pasalnya, terdapat perbedaan pendapat terkait legal standing Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke MKD terkait kasus pencatutan nama Presiden dan Wapres. Dalam keterangannya, Yayah mengindikasikan Menteri ESDM Sudirman Said tak menyalahi UU.

Pemanggilan  ahli bahasa hukum ini rupanya dipersoalkan oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang selama ini getol membela Setya Novanto. Fadli menduga, pemanggilan Yayah adalah sebuah persekongkolan yang dilakukan MKD dengan Badan Intelijen Negara (BIN).

Menurut Wakil Ketua Umum Gerindra ini, Yayah adalah orang dari Badan intelejen Negara (BIN) yang sengaja disusupkan untuk membetuk opini bahwa legal standing pelaporan Sudirman Said telah sesuai dengan UU MD3 Pasal 126.

"Ya ahli bahasa punya kemampuan apa? Masa ahli bahasa disuruh menafsirkan UU. Sudah gitu, ahli bahasanya juga dari BIN, dia sekolah tinggi BIN, ada conflict of interest, bisa saja dia anak buahnya Maroef Sjamsudin (Dirut Freeport yang merupakan mantan WakaBIN). Bisa saja," ujar Fadli di Komplek Parlemen, Senin (30/11).

Politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan, seharusnya MKD memanggil ahli hukum yang dapat menafsirkan Pasal 126.  "Bukan ahli bahasa. Itu satu hal yang salah. Orangnya tidak dikenal, tidak punya kompetensi yang dipanggil. Kalau yang dipanggil badudu, bolehlah kalau masih hidup," ujar Fadli. (ab)

Berita Terkait

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

 
Copyright © 2013 - . Portal Media Online Sorot Nasional - All Rights Reserved