Nasional

Jatim Perluas Kerjasama Perdagangan dan Investasi dengan AS

Published by Unknown on 10/02/14 | 12.15

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo mengungkapkan keinginannya untuk memperluas kerjasama perdagangan dan investasi dengan Amerika Serikat saat menemui kunjungan Duta Besar AS yang baru Robert Blake di Gedung Negara Grahadi, Senin (10/2).
    Ia mengatakan, peranan AS sangat penting bagi perdagangan di Jatim. Apalagi Jatim merupakan pusat perdagangan Indonesia bagian timur dan menguasai sebanyak 31 persen perdagangan di Indonesia. Sehingga Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim itu meminta perluasan kerjasama perdagangan dan investasi, pendidikan, serta kesehatan.
"Jatim sebagai pusat dan logistik di Indonesia bagian timur. Jika kerjasama bidang perdagangan dan investasi dengan AS diperluas maka dapat meningkatkan perdagangan, bahkan pertumbuhan ekonomi di Jatim," ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.
    Ia menjelaskan, kunjungan Robert Blake ke Jatim adalah kunjungan yang pertama dilakukannya setelah menjabat sebagai Dubes AS. Ini artinya Dubes AS menganggap Jatim itu penting. Dubes AS melihat adanya potensi industri, perdagangan dan investasi yang cukup besar di Jatim. Di bidang ekonomi, Dubes AS akan meningkatkan investasi di Jatim.
Untuk itu, Pakde Karwo menyambut baik dengan investasi dari AS di Jatim. Namun ada kebijakan lokal yang harus diperhatikan. Jika terdapat bahan baku di Jatim yang bisa digunakan untuk industri, jangan impor bahan bakunya. Kalau ada tenaga atau skill di Jatim, bisa direkrut di Jatim. Sebagai contoh tenaga kerja unskill bisa direkrut di kabupaten/kota, sedangkan yang mempunyai kemampuan atau skill bisa direkrut dari Jatim dan Indonesia.
"Mementingkan material lokal seperti seperti bahan baku dan tenaga kerja menjadi hal yang sangat penting. Dengan mengolah bahan baku dari Jatim, dapat menumbuhkan industri kecil menengah di Jatim," katanya.
    Lebih lanjut disampaikannya, hubungan kerjasama Indonesia dengan AS bisa langsung dilakukan dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota. Kerjasama tidak harus diputuskan dari pusat, tetapi bisa dilakukan dengan provinsi, kabupaten/kota. Perluasan hubungan dengan daerah menjadi penting, sehingga dapat memotong tata niaga yang panjang.
Masih dalam kesempatan yang sama, Pakde Karwo berpesan agar produk dari Exxonmobil seperti gasnya diproritaskan bagi industri di Jatim terlebih dahulu baru diekspor. Sedangkan dari Dubes AS akan menyampaikannya kepada pihak Exxonmobil.
"Jadi ada domestic market obligation yang harus diprioritaskan. Karena itu sangat efisien bagi industri. Mendorong pertumbuhan ekonomi dan competitiveness dengan negara lain," jelasnya.
Pakde Karwo juga meminta Freeport untuk membuat smelter di Jatim. Namun masih dibicarakan tentang perkembangan Freeport dengan Pemerintah Indonesia, setelah selesai baru dibicarakan tentang smelter seperti tembaga di Jatim.
Selain perdagangan dan investasi, menurut Pakde Karwo, AS juga ingin memperluas hubungan kerjasama di bidang pendidikan. Banyak perguruan tinggi di Jatim, begitu banyak peluang kerjasama dan kemudahan dari AS, tetapi tidak digunakan. Kerjasama bidang pendidikan keterampilan juga disanggupi. Selain itu, bentuk kerjasama pendidikan lainnya, seperti kerjasama antara FK Unair dengan FK Universitas Washington atau beasiswa.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar AS untuk Indonesia Robert Blake mengatakan, kunjungan kali ini merupakan kunjungan yang pertama setelah menjabat sebagai Dubes AS. Banyak hal yang bisa dieksplor untuk dijadikan kerjasama di Jatim. Kunjungan berikutnya akan membawa delegasi bisnis dan investor dari AS. Sehingga diharapkan hubungan AS dengan Jatim bisa menjadi kuat, bertumbuh, dan luas dalam kerjasama secara komprehensif.
Ia menyampaikan, kerjasama yang dapat dilakukan yakni seperti perdagangan dan investasi. Banyak potensi perdagangan dan investasi yang dapat dilakukan antara AS dan Jatim. Ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Jatim untuk bertumbuh dan meningkat perekonomiannya.
Robert menilai positif dengan hal yang dilakukan Pakde Karwo yang mengembangkan Jatim sebagai pusat connectivity dan logistic. Dengan dikembangkannya dua hal ini, bisa semakin meningkatkan perekonomian di Jatim. Bisnis lain juga bisa berkembang di Jatim.
Ia menyampaikan, Pemprov Jatim akan ditunggu pada bulan Mei-Juni untuk pertemuan bisnis di AS. Pemerintah AS memfasilitasi dan mengumpulkan investor di sana. (red)

Berita Terkait

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

 
Copyright © 2013 - . Portal Media Online Sorot Nasional - All Rights Reserved