Nasional

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Jatim Terapkan Intensifikasi & Optimalisasi

Published by Suara Lempanas on 02/11/13 | 15.33











Jawa Timur - suaralempanas.com, Untuk meningkatkan ketahanan pangan, pemerintah provinsi jawa timur terus menerapkan strategi intensifikasi dan optimalisasi lahan. Strategi itu diharapkan bisa menjamin posisi Jawa timur sebagai lumbung pangan nasional.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat Expose Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tahun 2013 di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (2/11) siang.
Ia menjelaskan, strategi intensifikasi dan optimalisasi dilakukannya karena dirinya melihat potensi yang dimiliki Jatim sangat mendukung. Intensifikasi tersebut, diarahkan pada aspek peningkatan produktifitas. Caranya dengan melakukan perbaikan agroinput yang meliputi benih, pupuk, pengendalian organisme pengganggu tanaman, dan peningkatan layanan irigasi hingga ke tingkat usaha tani. Sementara dalam pelaksanaannya, dilakukan pendampingan kepada kelompok tani, yakni oleh penyuluh pertanian lapangan. Sedangkan optimalisasi, kata pria yang lekat dengan sapaan Pakde Karwo itu, diarahkan dalam pemanfaatan lahan pertanian melalui pembangunan tampungan air skala kecil (embung, lumbung air, dan long storage/pompanisasi ari permukaan) serta penambahan JIAT (jaringan irigasi air tanah).
Untuk menindaklanjuti strategi tersebut, kata Soekarwo, Jawa Timur membuat beberapa komitmen berkaitan peningkatan ketahanan pangan. Diantaranya, pencapaian surplus beras 10 juta ton, target kedelai nasional, produksi gula nasional, dan pencapaian ketahanan pangan (daging sapi). Untuk mencapai surplus beras 10 juta ton misalnya, produksi gabah kering giling (GKG) Jawa Timur pada tahun 2014 ditargetkan mencapai 12,79 juta ton. "Jumlah tersebut sudah dikurangi konsumsi Jawa Timur, sehingga tersedia surplus untuk standing stock nasional sebanyak 4,93 juta ton beras, dengan indeks konsumsi 88,31 kg/kap/th,"papar Soekarwo.
Untuk indeks pertanaman padi yang saat ini masih 1,85, akan ditingkatkan menjadi 2,3. Indeks tersebut dapat tercapai dengan asumsi penyediaan air baku di 13 waduk telah diselesaikan. Dengan demikian, indek pertanaman 2,3 Jawa Timur akan mampu meningkatkan produksi beras sampai dengan 13,05 juta ton dan jagung 7,16 juta ton.
Sementara itu, untuk memenuhi target produksi kedelai nasional, pihaknya akan meningkatkan luas panen kedelai di Jawa Timur  menjadi  sekitar 259 ribuHa, dari luas saat ini sekitar  230 ribu Ha."Dengan begitu, produktifitas kedelai ikut naik menjadi  1,75 ton/Ha dari produksi saat ini sebesar 1,6 ton/Ha. Peran dari Bulog harus lebih dimaksimalkan guna menjadi penyangga pasar kedelai dalam negeri," tegasnya.
Sedangkan dalam upaya meningkatkan produksi gula nasional, ia dan jajarannya akan melakukan berbagai program. Di antaranya meningkatkan luas lahan tebu menjadi sekitar 207,2 ribu ha dari sebelumnya 202 ribu ha. Menurutnya, penambahan luas lahan tebu tersebut bisa terealisasi bila lahan di Madura bisa dimaksimalkan. Secara keseluruhan luas lahan tebu yang ada di Jawa Timur mencapai 225 ribu Ha apabila potensi-potensi yang ada di Jawa Timur bisa dioptimalkan. "Produksi gula Jawa Timur saat mencapai 1,25 juta ton, dalam jangka pendek bisa mencapai 1,33 juta ton. Angka tersebut bisa meningkat lagi menjadi 1,44 juta ton apabila tersedianya lahan tebu sebesar 225 ribu Ha terealisasi. Oleh sebab itu, agar target tercapai maka program revitalisasi pabrik gula harus segera dilaksanakan, serta intensifikasi di tingkat on farm  dilaksanakan sesuai rencana,"imbuhnya.
Masih menurut Soekarwo, untuk meningkatkan produksi daging sapi, pihaknya akan terus beruapaya meningkatkan angka kelahiran sapi dari satu juta menjadi 1,1 juta pada tahun 2014.  Peningkatan tersebut  dilakukan melalui optimalisasi inseminasi buatan (IB) sebanyak 1,5 juta dosis. Upaya itu didukung oleh kualitas SDM peternakan yang terus meningkat, kualitas pakan yang baik dengan bantuan mini feedmill, serta pengendalian pemotongan betina produktif melalui penerapan Perda Nomor 3 Tahun 2013. Selain itu, juga dilakukan pengendalian terhadap penyakit hewan strategis seperti brucellosis/kleron, dan melakukan pengembangan wilayah sumber bibit ternak dengan pengembangan integrasi sapi - tanaman (sapi-padi, sapi-jagung, sapi-tebu).
Selain Gubernur Jawa Timur, Soekarwo ekspose Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tahun 2013 di Hotel Bidakara, Jakarta tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan beberapa gubernur lainnya.(humaspemprov/Rif/Tra/Wempi)


Berita Terkait

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

 
Copyright © 2013 - . Portal Media Online Sorot Nasional - All Rights Reserved