Nasional

Perkuat Nasionalisme dengan Cinta Produk Indonesia

Published by Unknown on 10/11/13 | 21.33

suaralempanas.com,  Memaknai Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2013 dapat dilakukan dengan memperkuat nasionalisme Bangsa Indonesia dengan mencintai produk Indonesia. Ini sebagai bentuk perjuangan baru Masyarakat Indonesia untuk memasuki ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015 serta menjadi tantangan ke depan bagi generasi muda Indonesia dalam memperkuat nasionalisme.

            "Kita harus memaknai peringatan hari Pahlawan bukan sekedar ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi sekaligus sebagai refleksi terhadap keyakinan jati diri bangsa yang bermartabat diinspirasi oleh para pejuang kita," ujar Gubernur Jawa Timur            Dr. H. Soekarwo sebagai Inspektur Upacara (Irup) Peringatan Hari Pahlawan ke-68 Provinsi Jawa Timur Tahun 2013 di Tugu Pahlawan, Minggu (10/11).

 "Wujud memperkuat nasionalisme baru dengan penguasaan pada pasar dalam negeri. Untuk menjaga kepentingan nasional dan daerah, hal yang dapat dilakukan yakni dengan membuat pergub terhadap produk-produk yang merugikan pasar dalam negeri seperti larangan gula rafinasi, " kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

             Selain mendorong kecintaan terhadap produk Indonesia, generasi muda harus mempersiapkan diri dalam menghadapi AFTA 2015 dengan meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Science technology) yang berbasis nasionalisme. Tentang ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus didorong pemerintah dengan membuat SMK mini di setiap sekolah yang berbasis keagamaan. "Jangka pendeknya BLK diperkuat, jangka panjangnya dengan memperkuat keterampilan. Yang terpenting bagaimana penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilakukan generasi muda dapat menyejahterakan masyarakat Indonesia," ujarnya.  

            Sementara itu, ia menyampaikan, modal sosial yang harus diperkuat adalah menjaga jati diri sebagai bangsa yang hebat untuk membangun negara yang lebih kuat, kokoh, dan harmonis di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 "Kita pegang teguh Pancasila sebagai ideologi negara dan memaknai Bhineka Tunggal Ika sebagai kesatuan aspirasi masyarakat. UUD 1945 sebagai idelogi negara, dan NKRI tetap kita pegang teguh," tegasnya. 

            Semangat kepahlawanan dan kejuangan yang direpresentasikan dalam bentuk cinta tanah air, pantang menyerah, peduli dan berbagi, serta toleransi harus menjadi sumber motivasi untuk mengatasi berbagai tantangan dalam menyelesaikan semua masalah yang dihadapi masa kini dan mendatang.

            Menurutnya, tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini "Pahlawanku Idolaku" diambil guna mengingatkan kembali kepada seluruh Bangsa Indonesia khususnya generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa agar nilai-nilai kejuangan yang telah dibangun tidak boleh dilupakan sampai kapanpun. "Mari kita refleksikan kembali 10 November sebagai gabungan perjuangan rakyat sejati yang lahir dari pejuang-pejuang rakyat dan diikuti resolusi jihat lewat doa dan perjuangan," tuturnya.   

            Seusai upacara, Isteri Gubernur Jawa Timur Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi mengatakan, perjuangan masyarakat Indonesia sekarang ini dapat dilakukan dengan berjuang melawan kemaksiatan, penutupan lokalisasi, mempertahankan integritas bangsa.

           Bude Karwo sapaan akrabnya berharap agar generasi muda peduli dengan keberadaan para pahlawan Indonesia. Sehingga rasa memiliki (sense of belonging) terhadap negara semakin kuat.

Peserta Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-68 Provinsi Jawa Timur Tahun 2013 antara lain 1 unit Korps Musik (Korsik) Satpol PP Prov. Jatim, 1 kompi gabungan Wan TNI / Polri, 1 kompi Taruna AAL, 1 kompi TNI Angkatan Darat, 1 kompi TNI Angkatan Udara, 1 kompi Polri, 1 kompi Korpri, 1 kompi Satpol PP Kota Surabaya, 1 pleton Linmas Bakesbang, 1 pleton Tagana, 1 pleton Menwa PGRI Adi Buana,  1 pleton Mahasiswa Universitas Hang Tuah, 2 kompi Pelajar SMU (SMK Kal, SMK Indo Baruna), 1 kompi Pramuka, 2 pleton KNPI, 2 pleton FKPPI, 1 pleton KB PPP.

Peringatan Hari Pahlawan Ke-68 Provinsi Jawa Timur Tahun 2013 itu juga dimeriahkan 300 siswa paduan suara gabungan pelajar dari SMA Negeri 6 dan 8 Surabaya yang membawakan lagu antara lain Syukur, Pantang Mundur, Mars Hari Pahlawan, Bagimu Negeri, Pada Pahlawan, Tekad.

Pakde Karwo yang didampingi Bude Karwo, Wagub Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf beserta Isteri Wagub Jatim Ny. Hj. Ummu Fatma Saifullah Yusuf menyerahkan tali asih kepada 150 perintis kemerdekaan.

          Sebagai wujud nyata terhadap perkuatan nasionalisme, Pemprov Jatim juga akan terus mendorong nasiolisme dengan kecintaan terhadap produk Indonesia. Salah satunya dengan menggalakkan "Aku Cinta Produk Indonesia" atau ACI.

Berita Terkait

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

 
Copyright © 2013 - . Portal Media Online Sorot Nasional - All Rights Reserved