Nasional

Peringati 1 Muharram 1435 H, Pakde Karwo Ajak Masyarakat Hijrah ke Jadi Lebih Baik

Published by Suara Lempanas on 05/11/13 | 13.58

Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1435 H, Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mengajak semua masyarakat untuk hijrah menjadi manusia yang lebih baik.
    Ajakan tersebut disampaikan Soekarwo saat melepas peserta Gerak Jalan Peringatan 1 Muharram 1435 H di Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya, Selasa (5/11).
    Ia menuturkan, memperingati Tahun Baru Islam manusia harus bisa menjadi lebih baik. Lebih baik yang dimaksud adalah menghilangkan sifat dengki,dan hal yang tidak bagus. "Intinya, kita juga harus hijrah dalam pola berfikir menjadi lebih baik atau positif. Dengan begitu kehidupan bisa rukun antar umat beragama," jelasnya.
    Hijrah, ujar Pakde Karwo, harus dimaknai lebih luas. Dahulu pada zaman Nabi Muhammad SAW, hijrah dimaknai berpindah ke tempat yang lebih barokah. Tepatnya berpindah dari Mekkah ke Madinah. "Hijrah saat ini harus dipandang lebih luas, akan tetapi dengan tujuan yang sama yakni menjadi lebih baik dari sebelumnya," tuturnya.
    Pada kesempatan yang sama, Pakde Karwo menyampaikan  prihatin dengan kondisi anak bangsa sekarang yang kurang menghargai budaya bangsa Indonesia. Anak muda sekarang lebih bangga dengan budaya asing yang masuk ke Indonesia, khususnya Jawa Timur." Hal ini merupakan bentuk imperialisme modern, dimana Indonesia menjadi pasar bagi asing. Bangsa asing masuk melalui penyebaran budaya. Sebagai contoh generasi muda saat ini lebih paham dengan K-pop (sebutan music dari Korea Selatan) dibandingkan musik asli Indonesia," imbuhnya.
    Oleh sebab itu, bentuk lain upaya dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1435 H, adalah dengan menyebarkan budaya lokal yang dicampur dengan ajaran Islam. Dengan begitu, selain mengenal budaya sendiri juga memperkuat akhlak generasi muda. "Salah satunya dengan menyebarkan ustad-ustad dari Pondok Pesantren (PP) untuk mengajarkan tentang Islam yang didalamnya juga disertakan budaya. Hal tersebut merupakan bagian dari syiar Islam. Hal itu akan mengurangi kegelisahan akan masuknya budaya luar yang masuk ke Indonesia, karena ilmu agama telah diajarkan dalam budaya lokal," tambahnya.

Berita Terkait

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

 
Copyright © 2013 - . Portal Media Online Sorot Nasional - All Rights Reserved