Nasional

Ketua LSM BRA, Coboy : Pemerintah Aceh Dan DPRA Jangan Paksakan Kehendak

Published by Suara Lempanas on 02/11/13 | 23.10



Bireuen -  suaralempanas.com,  Ketua LSM Banser Rakyat Aceh ( PRA) Efendi alias Coboy meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk tidak memaksakan kehendaknya, menyangkut bendera Aceh bulan bintang dan lambang Buraq sebab tidak seluruh rakyat di Aceh setuju pada bendera dan lambang tesebut. Demikian relis yang disampaikan Ketua LSM BRA Aceh Efendi alias Coboy yang diterima Andalas Sabtu (2/11) malam pada pukul 22.02 WIB. Efendi Alias Coboy Ketua LSM Banser Rakyat Aceh (BRA) yang mewadahi seribuan mantan kombatan di 17 cabang yang tersebar di Aceh mengharapkan juga kepada seluruh rakyat Aceh untuk tidak mudah terpengaruhi oleh kehendak nafsu segelintir pejabat-pejabat yang disinyalir haus kekuasaan dan jabatan . Selama ini yang selama ini terjadi di Aceh.  Efendi sangat menyesali sikap para pemimpin yang memaksakan kehendaknya sehingga rakyat yang jadi korban akibat politik pemimpin yang rakus. " Kita sudah cukup kegetiran hidup masa konflik yang berkepanjangan. Nyawa manusia yang tidak ada nilainya sama sekali pada masa itu, Ibu-ibu menjadi Janda dan anak-anak menjadi yatim tanpa belaian kasih sayang orang tuanya lagi." Ungkap Koboy. Yang sangat mendesak harus adanya pemikiran Pemerintah Aceh dan DPRA adalah bagaimana upaya agar masyarakat Aceh yang sebelumnya sengsara kini dan ke depan harus sejahtera.  Disatu sisi kata Efendi Ketua Komisi A DPRA, Adnan Beuransyah dengan tegas menyatakan Pihak DPRA sebagai wakil rakyat bertanggungjawab terhadap pengesahan bendera bulan bidang dan singa buraq sebagai lambang daerah . Meskipun kami dicincang, tidak akan mengubah.  Menurut Efendi kata-kata seperti itu tidak seharusnya seharusnya diutarakan sebab kita paham betul untuk tidak "terjebak" dalam egosentrisme kelompok dalam memainkan gaya politik, yang akhirnya justru terkesan kampungan.  Apalagi, dalam perjanjian damai MoU Helsinki antara Pemerintah Indonesia dan GAM, pada poin 4.2 dengan jelas disebutkan anggota GAM tidak akan memakai seragam maupun menunjukkan embel-embel atau simbol militer setelah penandatanganan Nota Kesepahaman sejak 15 Agustus 2005. Makanya bendera ini bertentangan dengan kesepahaman damai tersebut.  Dalam pembukaan MoU disebutkan juga para pihak harus berupaya menumbuhkembangkan perdamaian. Artinya kebijakan apa pun yang dilakukan harus mengarah pada upaya menumbuhkembangkan perdamaian. Bendera ini sebaliknya jangan gara-gara hanya bendera mematahkan tumbuhkembangnya proses damai yang selama 7 tahun ini sudah baik berjalan baik," jelasnya.      " Kami LSM Banser BRA yang merupakan kombatan berharap jangan lagi membuat masyarakat bingung dan takut gara-gara bendera. Masyarakat Aceh hari ini lebih mementingkan perdamaian, karena perdamaaian itu mutlak diperlukan dan harga mati karena kami tidak mau lagi terjadinya konflik antara Aceh dan Jakarta ," Ungkap Koboy yang sangat sedih bila merenungkan nasib rakyat bila kembali timbulnya konflik. ( Hera ) Foto : Ketua LSM Banser Rakyat Aceh,Efendi alias Koboy ------------------------------   Pemerintah Aceh Dan DPRA Jangan Paksakan Kehendak Bireuen,BeritaLima  Ketua LSM Banser Rakyat Aceh ( PRA) Efendi alias Coboy meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk tidak memaksakan kehendaknya, menyangkut bendera Aceh bulan bintang dan lambang Buraq sebab tidak seluruh rakyat di Aceh setuju pada bendera dan lambang tesebut. Demikian relis yang disampaikan Ketua LSM BRA Aceh Efendi alias Coboy yang diterima beritalima.com Sabtu (2/11) malam pada pukul 22.02 WIB. Efendi Alias Coboy Ketua LSM Banser Rakyat Aceh (BRA) yang mewadahi seribuan mantan kombatan di 17 cabang yang tersebar di Aceh mengharapkan juga kepada seluruh rakyat Aceh untuk tidak mudah terpengaruhi oleh kehendak nafsu segelintir pejabat-pejabat yang disinyalir haus kekuasaan dan jabatan . Selama ini yang selama ini terjadi di Aceh.  Efendi sangat menyesali sikap para pemimpin yang memaksakan kehendaknya sehingga rakyat yang jadi korban akibat politik pemimpin yang rakus. " Kita sudah cukup kegetiran hidup masa konflik yang berkepanjangan. Nyawa manusia yang tidak ada nilainya sama sekali pada masa itu, Ibu-ibu menjadi Janda dan anak-anak menjadi yatim tanpa belaian kasih sayang orang tuanya lagi." Ungkap Koboy. Yang sangat mendesak harus adanya pemikiran Pemerintah Aceh dan DPRA adalah bagaimana upaya agar masyarakat Aceh yang sebelumnya sengsara kini dan ke depan harus sejahtera.  Disatu sisi kata Efendi Ketua Komisi A DPRA, Adnan Beuransyah dengan tegas menyatakan Pihak DPRA sebagai wakil rakyat bertanggungjawab terhadap pengesahan bendera bulan bidang dan singa buraq sebagai lambang daerah . Meskipun kami dicincang, tidak akan mengubah.  Menurut Efendi kata-kata seperti itu tidak seharusnya seharusnya diutarakan sebab kita paham betul untuk tidak "terjebak" dalam egosentrisme kelompok dalam memainkan gaya politik, yang akhirnya justru terkesan kampungan.  Apalagi, dalam perjanjian damai MoU Helsinki antara Pemerintah Indonesia dan GAM, pada poin 4.2 dengan jelas disebutkan anggota GAM tidak akan memakai seragam maupun menunjukkan embel-embel atau simbol militer setelah penandatanganan Nota Kesepahaman sejak 15 Agustus 2005. Makanya bendera ini bertentangan dengan kesepahaman damai tersebut.  Dalam pembukaan MoU disebutkan juga para pihak harus berupaya menumbuhkembangkan perdamaian. Artinya kebijakan apa pun yang dilakukan harus mengarah pada upaya menumbuhkembangkan perdamaian. Bendera ini sebaliknya jangan gara-gara hanya bendera mematahkan tumbuhkembangnya proses damai yang selama 7 tahun ini sudah baik berjalan baik," jelasnya.      " Kami LSM Banser BRA yang merupakan kombatan berharap jangan lagi membuat masyarakat bingung dan takut gara-gara bendera. Masyarakat Aceh hari ini lebih mementingkan perdamaian, karena perdamaaian itu mutlak diperlukan dan harga mati karena kami tidak mau lagi terjadinya konflik antara Aceh dan Jakarta ," Ungkap Koboy yang sangat sedih bila merenungkan nasib rakyat bila kembali timbulnya konflik. (Suherman Amin)

Foto : Ketua LSM Banser Rakyat Aceh,Efendi alias Koboy



Berita Terkait

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

 
Copyright © 2013 - . Portal Media Online Sorot Nasional - All Rights Reserved