Nasional

Jatim Ramah Perempuan dan Anak

Published by Unknown on 04/11/13 | 01.30

suaralempanas.com, Jawa Timur merupakan provinsi yang ramah terhadap perempuan dan anak. Ini terlihat dari langkah-langkah yang dilakukan Pemprov Jatim terhadap perempuan dan anak. Selain itu, Pemprov terus memperhatikan keberadaan perempuan dan anak di Jatim.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat Sidang Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah (NA) di Gedung Muhammadiyah Jalan Kerto Menanggal IV Surabaya, Minggu (3/11).
Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim itu memaparkan kondisi Jatim, keberhasilan program yang ada telah meningkatkan kualitas kehidupan perempuan dan anak di Jatim. Berdasarkan data BPS Jatim, Sex ratio di Jatim mencapai 97. Untuk usia perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Yang perempuan usianya rata-rata mencapai 72 tahun, sedangkan laki-laki usianya rata-rata mencapai 68 tahun.
Ia mengatakan, sasaran pembangunan millenium (MDG's) saling terkait dan hampir semuanya terkait dengan kesehatan dan perempuan. Pemprov Jatim mampu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). AKI di Provinsi Jatim menjadi 97,43 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB di Jatim menjadi 25,95 /1.000 kelahiran, berada di bawah angka nasional.
Lebih lanjut disampaikannya, dari penurunan AKI ini, Jatim termasuk ramah perempuan. Dari jumlah AKI 97,43/100.000 tersebut, yang karena miskin hanya 27 persen kalau dijadikan 100 persen. Yang lainnya adalah karena permasalahan kesehatan. Sedangkan dari total AKB, sebanyak 17 persen karena kemiskinan, lainnya berasal dari kesehatan. "Ini penting untuk diperhatikan, apalagi Nasyiatul Aisyiyah mau membantu advokasi perempuan. Sehingga dapat menurunkan AKI di Jatim," jelasnya.
Pakde Karwo menyampaikan, angka gizi buruk 2,3 persen dan gizi lebih sekitar               6 persen. Gizi lebih ini harus diperhatikan, sebab anak-anak yang gizi lebih ini bisa terkena kolesterol tinggi dan serangan jantung.
"Untuk gizi buruk sekitar 2,3 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 persennya dikarenakan miskin, sedangkan lainnya disebabkan salah asupan. Ini disebabkan karena pengetahuan gizi yang tidak bagus. Untuk itu perlu ada advokasi atau sosialiasi mengenai gizi yang baik bagi anak," tuturnya.
Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Jatim mencapai 0,7, nasional di bawah LPP nasional yang mencapai 1,49. Sedangkan Total Fertilility Rate (TFR) mencapai 1,75. Salah satu penyebabnya karen pasangan usia subur bekerja di UMKM. "UMKM banyak, sehingga TFRnya tidak sampai 2. Program UMKM untuk menurunkan kelahiran," katanya. 
Pakde Karwo pun memuji program yang dimiliki Nasyiatul Aisyiyah. Menurutnya, bagus sekali karena berfokus pada pengarusutamaan advokasi perempuan dan anak melalui pendidikan profetik. Untuk itu, ia mengajak kerja sama dengan NA terutama untuk perempuan dan anak. "Mari bekerjasama dengan di bidang perempuan dan anak," ajaknya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah 2012-2016 Norma Sari, SH, M.Hum mengatakan, sesuai dengan tema Tanwir I NA tahun ini yakni Pengarusutamaan Advokasi perempuan dan anak melalui pendidikan profetik, NA tengah menggalakkan program ramah anak dan perempuan. "NA adalah aktifis yang mengutamakan keluaga akan tetapi mampu melaksanakan masalah-masalah di lingkungan sosial masyarakat, dengan program ramah anak dan perempuan, maka nantinya putri-putri nasyiah akan berkembang menjadi perempuan yang lebih kuat, bersama dengan anak-anak mereka," katanya.
Nasyiah memiliki peran besar untuk turut andil dalam pembangunan bangsa, khususnya pembangunan kader Nasyiah sebagai generasi bangsa. Nasyiah memiliki tanggungjawab besar untuk melahirkan generasi-generasi unggul, militan dan memiliki integritas tinggi yang bakal mengisi pemerintahan.





Sidang Tanwir I ini dibuka oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. M. Din Samsuddin dan diikuti sebanyak perwakilan Nasyiatul Aisyiah dari 33 provinsi se-Indonesia. Masing-masing provinsi diwakili sekitar 3-5 orang peserta. Sidang Tanwir I ini berlangsung                  3-5 November 2013.
Selain itu, Menteri Koordinator Perekonomian RI Ir. M. Hatta Rajasa menjadi Keynote Speaker yang membawakan materi "Realisasi dan Evaluasi Master Plan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI)". (Humas Setdaprov. Jatim/Gd/Sulthon).








Berita Terkait

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

 
Copyright © 2013 - . Portal Media Online Sorot Nasional - All Rights Reserved