Nasional

Grebeg Suro Diarahkan Jadi Objek Wisata

Published by Unknown on 05/11/13 | 13.53

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Rasiyo M.Si meminta agar Grebeg Suro dan Festifal Reyog Nasional (FRN) tidak hanya berperan sebagai ciri khas seni dan budaya dari masyarakat Ponorogo, tetapi juga dapat menjadi tujuan wisata khususnya mancanegara.
"Perayaan Grebeg Suro yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1435 Hijriyah ini memiliki dampak potensi wisata dan ekonomi yang luar biasa. Salah satunya, dengan berkumpulnya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah Ponorogo," ujarnya saat menutup saat menghadiri Festifal Reog Nasional (FRN) ke-XX dalam rangkaian Grebeg Suro tahun 2013 di Alun-alun Kab. Ponorogo, Senin (4/11) malam.
Ia mengatakan, kegiatan ini mempunyai nilai strategis jika dikemas dengan baik. Perayaan FRN yang  bersamaan dengan Grebeg Suro akan mendorong kegiatan pertumbuhan wisata sehingga dapat membantu peningkatan kesejahteraan ekonomi dalam mensejahterakan masyarakat Ponorogo. "Kalau kegiatan wisatanya bagus, akan berpengaruh yang signifikan terhadap perdagangan hotel dan restauran," ungkapnya.
Ditambahkan, kegiatan seperti ini harus di sebarkan luaskan oleh media dengan penyampaian informasi secara baik dan menghadirkan wisatawan dari mancanegara sehingga keberadaan even grebeg suro ini mendapat apresiasi dari dunia international.
Rasiyo menjelaskannya, bahwa kegiatan wisata di Jatim mendukung PDRB yang nilainya mencapai Rp. 1001 Trilliun yang salah satunya dibantu oleh Pemkab. Ponorogo melalui kegiatan FRN seperti saat ini. Banyak pedagang kecil turut menyukseskan kegiatan Grebeg Suro dengan menggelar dagangan dari ujung kota hingga kecamatan yang juga mementaskan seni tradisional dimana ini memberikan gambaran bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya berdampak terhadap pertumbuhan PDRB Kab. Ponorogo.
Dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah. Ini ditunjukkan bahwa setiap tahun bertepatan dengan malam 1 suro Pemkab Ponorogo selalu menggelar FRN. "Bahkan tahun kemaren FRN mendapat apresiasi yang tinggi dari Musium Rekor Republik Indonesia (MURI) dan ini merupakan prestasi yang luar biasa serta spektakuler kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kab. Ponorogo," tegasnya yang disambut puluhan ribu penonton yang memadati stadion.
Upaya lain juga dilakukan oleh pemerintah yakni dengan melestarikan dan mengembangkan seni tari melalui pendidikan umum yang dimulai sejak anak usia dini. Anak usia dini ini, dikenalkan mulai dari sekolah taman kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga beranjak SLTP dan SMA diajarkan skill dan pengetahuan dari tari yang baik hingga menguasai dasar dan teknik tari yang pada akhirnya muaranya yakni berkumpulnya ahli ahli reyog yang tergabung dalam komunitas reyog seperti yang ada di Ponorogo ini.    
Berkaitan dengan tahun baru 1 Muharam, Rasiyo berpesan agar memaknai tahun baru untuk mengevaluasi diri. Mengevaluasi diri dengan cara hari ini lebih baik dari tahun kemaren, hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Jika hari ini sama saja dengan hari kemaren dan hari esok sama dengan hari ini maka kita termasuk orang-orang yang merugi. Untuk itu, apa yang kita lakukan hari ini harus dilakukan evaluasi secara terus menerus dan memperbaiki kelemahan sehingga tahun depan lebih bagus dibanding tahun ini.
Sekretaris Daerah Kab. Ponorogo Dr. Agus Pramono MM menuturkan, tujuan diselenggarakannya FRN ini yakni untuk melestarikan budaya daerah sebagai asset wisata daerah dan mengoptimalkan keberadaan produk unggulan daerah untuk bisa dinikmati masyarakat serta upaya regenerasi seni reyog secara intensif.
"Kegiatan ini diharapkan mampu mengangkat potensi perekonomian masyarakat Kab. Ponorogo. Tidak hanya pengenalan budaya dan kesenian reog Ponorogo di mata masyarakat lokal, akan tetapi juga menggugah mata dunia international," harapnya.

Dalam FRN ke XX tahun ini diikuti oleh 41 grup reog dari seluruh nusantara. Dari 41 grup reog tersebut sebanyak 16 diantaranya merupakan perwakilan grup asal reog dan sisanya berasal dari luar Ponorogo. Keluar sebagai juara FRN ke XX tahun 2013 yakni Singgo Menggolo dari Kabupaten Wonogiri yang diserahkan langsung oleh Sekdaprov Jatim Dr. H. Rasiyo M.Si (Humas Setdaprov Jatim Nif/Dikk).   




Berita Terkait

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

 
Copyright © 2013 - . Portal Media Online Sorot Nasional - All Rights Reserved