Nasional

Pakde Karwo Buka Konferensi Internasional Jurnalis Televisi

Published by Suara Lempanas on 31/10/13 | 13.42

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo membuka konferensi internasional jurnalis televisi di Gedung Negara Grahadi, Rabu (30/10) malam. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur  H. Saifullah Yusuf, Ketua Dewan Pers Indonesia Prof. Bagir Manan, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yadi Hendriawan. Konferensi yang pertama kali ini diselenggarakan oleh IJTI.
Konferensi tiga hari berlangsung mulai 30 Oktober – 1 November 2013 dengan tema "Independensi Jurnalis Televisi" dihadiri 250 peserta dari seluruh Indonesia dan beberapa perwakilan dari negara Malaysia, Thailand, Timor Leste, Australia, India, dan Filipina. Konferensi ini rencananya diselenggarakan setiap tahun.
Sejumlah permasalahan jurnalis akan dibahas dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten, sekaligus memberikan pelatihan guna meningkatkan kompetensi jurnalis televisi menyambut Era Konvergensi Media. Selain membahas isu-isu hangat yang melekat pada profesi wartawan televisi, seputar ancaman kekerasan saat meliput di lapangan, dan standart kesejahteraan, konfrensi juga akan membahas tentang tantangan independensi wartawan televisi menjelang suksesi Pilpres dan Pileg 2014.
    Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim itu mengatakan, konferensi seperti ini penting untuk dilakukan karena dapat merumuskan kondisi masa depan pertelevisian di Indonesia. "Mengenai kapan, dimana, sasaran subyek dan obyeknya dapat dibicarakan bersama. Misalnya saja sore hari adalah waktunya anak-anak nonton televisi, maka penayangannya bisa diatur," terangnya
    Dijelaskannya, konten yang terdapat dalam televisi dapat dibahas melalui konferensi harus ada regulasi yang jelas untuk mengatur content media televisi. Isi atau konten di media televisi ini dampaknya sangat penting bagi masyarakat. Untuk itu, ia mengusulkan agar pihak media televisi memperhatikan konten berita di televisi.
"Ini bukan membatasi, tetapi patut atau tidaknya konten tersebut untuk ditayangkan. Kepatutan itu suatu nilai yang tidak ada penaltinya, tetapi masuk ke dalam nurani kita. Nilai itu tidak bisa dikuantifikasikan, tetapi nilai harus memiliki manfaat. Begitu juga dengan konten televisi juga harus bisa bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut disampaikannya, 85 persen informasi di Indonesia berasal dari televisi. Ini artinya pembentuk berita adalah televisi atau media elektronik dengan sasaran yang berbeda-beda. Namun jika dilakukan generalisasi dapat membuat impact pada perilaku, bahkan gaya hidup (lifestyle) juga mengikuti.
"Kalau tidak dilakukan pembangunan kesepakatan bersama tentang jam tayang dan sebagainya. Impact yang timbul bisa positif dan negatif. Kalau menjadi negatif, akan menjadi bagian dari perilakunya," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wagub Jatim  Drs. H. Saifullah Yusuf mengatakan, televisi menjadi referensi utama bagi publik terutama bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil survey  dari Kepala Badan Perpusatakaan dan Kearsipan Prov. Jatim tentang referensi publik. Sebanyak 85 persen masyarakat Indonesia melihat televisi, 42 persennya referensi berasal dari radio, dan 23 persen berasal dari koran. "Jadi TV itu pengaruhnya luar biasa," ujarnya.



Gus Ipul sapaan lekatnya menyampaikan ucapan terima kasih dan syukur atas terpilihnya Jatim sebagai tuan rumah pembukaan pertama kalinya Konferensi Internasional Jurnalis Televisi.
Konferensi ini kata Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana, adalah yang pertama kali digelar sejak berdirinya IJTI pada 1998. "Ini adalah momentum tepat bagi kami untuk meneguhkan komitmen independensi dan peningkatan integritas sebagai institusi,"katanya.
Ia mengatakan, konferensi ini dilaksanakan di Jatim khususnya Surabaya, karena bagi sahabat jurnalis bisa bebas membidikkan kamera, terlindungi dari intervensi, serta bebas berekspresi di Surabaya. (Humas Setdaprov. Jatim/Gd/Dikky). 

   

Berita Terkait

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

 
Copyright © 2013 - . Portal Media Online Sorot Nasional - All Rights Reserved